Portal Live Streaming
Berita KPK
Jogja Siaga Bencana
**************************************************************************************************

Solo Gagas Radio Komunitas Anak

Kota Solo terus memantap langkahnya sebagai Kota Layak Anak (KLA) di 2015. Terakhir, Pemkot menggagas pendirian radio anak berbasis komunitas. Radio tersebut nantinya akan dikonsep dari, oleh, untuk dan tentang anak.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan keberadaan radio komunitas anak penting untuk menguatkan posisi Solo sebagai KLA. Yosca menjamin anak bakal diberi porsi maksimal dalam radio tersebut. “Jadi mulai bahasan, penyiar dan pendengar radio ini ditujukan bagi anak. Pengecualian hanya di manajemen,” tuturnya saat ditemui wartawan di Monumen Pers, Sabtu (8/3/2014).

Yosca menerangkan jangkauan radio tersebut tak serupa radio pada umumnya. Lantaran berbentuk komunitas, wilayah jangkau radio dibatasi maksimal 2,5 kilometer. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.51/2005 dan Keputusan Menteri Kominfo No.17/2004. Yosca mengatakan terbatasnya jangkauan radio komunitas anak tak jadi persoalan.

“Nanti pemancarnya kami upayakan dipasang di tengah kota. Sehingga radio ini bisa dirasakan optimal oleh anak,” tuturnya.

Saat ini pihaknya tengah mengurus izin siaran radio ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jateng. Apabila disetujui, Pemkot segera menyiapkan dana untuk penyiadaan lahan berikut infrastruktur radio. Yosca menghitung perlu dana setengah miliar untuk mewujudkan radio komunitas anak. “Itu perkiraan maksimal. Kalau lahan bisa dapat di tanah negara seperti bekas sekolah atau Balai Kota, anggarannya bisa ditekan lagi.”

Ihwal pengelolaan manajemen, Yosca bakal menggandeng pihak swasta. Namun pihaknya berjanji konsep itu tak lantas menjadikan radio sebagai lahan mencari duit. Yosca menegaskan radio komunitas anak bermodel non-profit. “Kalau ada profit paling perbandingannya 80:20. Iklan hanya untuk mendukung operasional.”

Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo, menambahkan keberadaan radio penting untuk memberi ruang ekspresi dan interaksi bagi anak. Pihaknya siap menganggarkan dana pembangunan di APBD Perubahan 2014. “Kalau izinnya disetujui, di perubahan nanti diajukan. Mudah-mudahan tahun ini sudah mengudara,” ujarnya.

Lebih jauh, Rudy mendorong stasiun radio lain di Kota Solo memberi porsi lebih bagi program anak. Menurut Wali Kota, partisipasi publik secara luas dapat semakin memacu Solo menjadi KLA yang ideal. “Seperti Gelanggang Anak atau Remaja di RRI. Acara seperti itu harus dilestarikan”.

 

Sumber berita: http://www.solopos.com/2014/03/09/

 
Badan Hukum JRKY
Pendapat anda tentang Badan Hukum untuk Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta (JRKY)
 
Who's Online
We have 23 guests online
Diskusi
___________________________ Obrolan/Diskusi seputar Perkembangan/Kemajuan Rakom. Komentar yang melanggar norma etika, kesusilaan, menyinggung SARA, menimbulkan konfrontasi,dll akan DIHAPUS

LINK Situs Iklan akan DIHAPUS

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1824
mod_vvisit_counterYesterday2230
mod_vvisit_counterThis week12417
mod_vvisit_counterLast week24363
mod_vvisit_counterThis month79278
mod_vvisit_counterLast month142488
mod_vvisit_counterAll days3269546

We have: 23 guests online
Your IP: 54.224.202.184
 , 
Today: Sep 20, 2017
Yogyakarta Tempo dl
image